Dari Trauma Menuju Ketangguhan: Pembelajaran Komprehensif Transformasi Inklusif di Desa Sukaraja, Kunjir, dan Suak melalui Program Tangguh Siap

Berangkat dari bencana tsunami Selat Sunda 2018, tiga desa di Lampung Selatan—Sukaraja, Kunjir, dan Suak—memulai perjalanan panjang menuju ketangguhan. Program Tangguh Siap hadir tidak hanya sebagai respons terhadap bencana, tetapi sebagai upaya sistematis membangun kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai risiko. Di Kunjir, pengalaman langsung menghadapi tsunami menjadi titik balik kesadaran kolektif. Sementara di Sukaraja, masyarakat hidup berdampingan dengan ancaman gempa dan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Di sisi lain, Desa Suak menghadapi kombinasi risiko yang lebih kompleks, mulai dari tsunami, banjir, hingga gempa bumi.

Perbedaan konteks risiko ini membentuk pendekatan yang adaptif di masing-masing desa. Di Suak, pengalaman banjir besar memperkuat kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan yang menyeluruh, sementara di Sukaraja upaya mitigasi juga diperkuat dengan kombinasi infrastruktur dan edukasi kebencanaan. Program ini mendorong pembentukan kelembagaan lokal seperti FPRB dan Satgas Destana, penyusunan rencana evakuasi, serta edukasi inklusif yang menjangkau seluruh kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, perempuan, anak-anak, dan lansia.

Transformasi di ketiga desa tidak berhenti pada aspek kebencanaan. Program ini turut mendorong perubahan pola pikir—dari penerima bantuan menjadi aktor utama pembangunan. Di Suak, misalnya, penguatan ekonomi terlihat dari inovasi pengolahan pisang menjadi tepung bernilai tambah, sementara di Sukaraja berkembang produk kopi dan sektor pariwisata lokal. Di Kunjir, semangat kewirausahaan dan partisipasi pemuda memperkuat ekosistem ekonomi desa. Seluruh upaya ini menunjukkan bahwa ketangguhan juga dibangun melalui kemandirian ekonomi dan pengelolaan potensi lokal secara berkelanjutan.

Program Tangguh Siap sendiri merupakan hasil kolaborasi antara Arbeiter-Samariter-Bund (ASB) South and South-East Asia bersama mitra lokal Paluma Nusantara, dengan dukungan pendanaan dari Kementerian Pembangunan Ekonomi Jerman (BMZ). Inisiatif ini menegaskan bahwa kolaborasi global dan lokal dapat menghasilkan perubahan yang berakar kuat di tingkat masyarakat, sekaligus memastikan keberlanjutan setelah program berakhir.

Lebih dari sekadar program, Tangguh Siap menunjukkan bahwa ketangguhan lahir dari kemampuan memahami risiko yang beragam dan meresponsnya secara inklusif. Dari desa pesisir yang rawan tsunami hingga wilayah dengan ancaman multi-bencana, Sukaraja, Kunjir, dan Suak membuktikan bahwa perubahan sejati tumbuh dari kolaborasi, pengetahuan, dan keberanian untuk bertransformasi.

Ingin memahami lebih dalam bagaimana setiap desa menghadapi risiko yang berbeda dan membangun ketangguhan dengan pendekatan yang kontekstual dan inklusif? Akses dokumen lengkapnya dan temukan pembelajaran yang bisa direplikasi di berbagai wilayah.

Yang Tertangkap dari Tangguh Siap: Cerita Cerita tentang Pembelajaran Pada Tiga Desa di Lampung Selatan.
Unduh di sini

Yang Tertangkap dari Tangguh Siap: Desa Sukaraja
Unduh di sini

Yang Tertangkap dari Tangguh Siap: Desa Suak
Unduh di sini

Yang Tertangkap dari Tangguh Siap: Desa Kunjir
Unduh di sini

Share this article