Laporan Situasi – Gempa Bumi di NTT

Laporan Situasi #3 — Gempa Bumi NTT | ASB Indonesia
ASB Indonesia
Kantor Regional
Asia Selatan & Tenggara
Laporan Situasi #3

Gempa Bumi Nusa Tenggara Timur

Ringkasan situasi terkini dampak gempa bumi magnitudo 7,7 SR yang mengguncang Pulau Flores dan sekitarnya, disusun oleh Tim Emergency Response ASB Kantor Regional Asia Selatan & Asia Tenggara.

Periode Laporan
17 Agustus 2026
Penyusun
Ary Ananta P (Regional Emergency Response Manager ASB S-SEA)
Fabio Dinasti (Emergency Response & Project Coordinator ASB S-SEA)
Sumber Data
DIBI BNPB, per Senin 17/8 pukul 17:00 WIB
Fakta Kejadian

Data Teknis Gempa Bumi

Magnitudo
7,7 SR
Waktu Kejadian
Sabtu, 15 Agustus 2026
04:58 WIB / 05:58 WITA
Kedalaman
10 - 15 KM
Kejadian Ikutan
Tsunami skala kecil & longsor
Lokasi Episenter
Laut, ± 30 km timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)
Koordinat
8,41° LS — 121,89° BT
Kronologi

Peringatan Dini & Gempa Susulan

Peringatan Dini Tsunami (BMKG)

BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami pukul 05:00 WIB (± 2 menit setelah gempa utama), dan mengakhirinya pukul 07:31 WIB, sekitar 2 jam 31 menit kemudian.

Gempa Susulan

  • M6,2 pada 15 Agustus 2026, 05:13:53 WIB, kedalaman 10 km, pusat di laut 46 km timur laut Labuan Bajo, NTT
  • M6,2 pada 15 Agustus 2026, 05:28:40 WIB, kedalaman 10 km, pusat di laut 45 km timur laut Mbay,Nagekeo, NTT
Dampak Kemanusiaan

Korban Jiwa & Pengungsi

Seluruh angka masih dalam proses pendataan dan verifikasi lanjutan oleh BPBD di lapangan.

1.528
KK Terdampak
masih dalam pendataan
54
Jiwa Meninggal Dunia
6 kabupaten terdampak
152
Jiwa Luka-luka
1 LS · ± 47 LB · sisanya LR
11.517
Jiwa Mengungsi
tersebar di 6 kabupaten

Korban Meninggal Dunia per Kabupaten

Manggarai
26
Manggarai Timur
20
Sikka
4
Ende
2
Manggarai Barat
1
Nagekeo
1

Pengungsi per Kabupaten

Manggarai
± 6.487
Sikka
3.000
Manggarai Timur
1.530
Nagekeo
500
Kep. Selayar
105
Bima
± 71
Kerusakan Fisik

Rumah & Fasilitas Infrastruktur

Data akumulatif dari seluruh kabupaten terdampak, masih dalam proses pendataan.

1.796
Unit Rumah Terdampak
1.543
Rusak Berat (RB)
328
Rusak Sedang (RS)
532
Rusak Ringan (RR)

🏛Fasilitas Umum & Sosial

Fasilitas ibadah terdampak± 65 unit
Kantor pemerintah terdampak± 105 unit
Fasilitas kesehatan (faskes)± 64 unit
Fasilitas umum (fasum)± 42 unit
Fasilitas irigasi18 unit

🎓Fasilitas Pendidikan & Lainnya

Fasilitas pendidikan (fasdik) terdampak± 88 unit
— Rusak berat / sedang / ringan4 / 4 / 14
Akses jalan terdampak34 titik
Gudang Bulog terdampak1 unit
Hotel & bangunan KDMP3 unit
Status Kedaruratan

Penetapan Tanggap Darurat Bencana

Provinsi NTT dan 7 kabupaten terdampak telah menetapkan status kedaruratan bencana.

Provinsi NTT
14 hari · 15–28 Agt 2026
SK Gubernur NTT No. 305/KEP/HK/2026 — Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi
Kab. Manggarai
90 hari · 15 Agt–13 Nov 2026
SK Bupati Manggarai No. 319/2026 (Status Tanggap Darurat) & No. 320/2026 (Pembentukan Pos Komando)
Kab. Manggarai Timur
21 hari · 15 Agt–4 Sep 2026
SK Bupati Manggarai Timur No. HK/141/2026 — Status Siaga Darurat Bencana Gempa Bumi
Kab. Manggarai Barat
14 hari · 15–28 Agt 2026
SK Bupati Manggarai Barat No. 229/KEP/HK/2026 — Status Darurat Bencana Gempa Bumi Mag 7,7
Kab. Ende
14 hari · 15–29 Agt 2026
SK Bupati Ende No. 314/2026 (Tanggap Darurat) & No. 315/2026 (Pos Komando Darurat)
Kab. Sikka
14 hari · 15–28 Agt 2026
SK Bupati Sikka No. 419/HK/2026 — Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Tektonik
Kab. Nagekeo
Pernyataan Bencana
SK Bupati Nagekeo No. 300.2/BPBD-NGK/145/08/2026
Kab. Ngada
30 hari · 15 Agt–15 Sep 2026
SK Bupati Ngada No. 441/KEP/HK/2026 (Tanggap Darurat) & No. 442/KEP/HK/2026 (Pos Komando)

Tim gabungan dan BPBD masih bersiaga menyisir lokasi untuk pendataan & verifikasi lanjutan. Rumah Sakit Lapangan telah didirikan dan beroperasi di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.

Respons Darurat

Akses Mobilitas, Logistik & Evakuasi

🛣Akses Jalur Darat

Larantuka – MaumereTerhubung
Ende – NagekeoMasih Terputus

Pos Pendampingan Nasional (Pospenas) BNPB berpusat di Labuan Bajo; posko taktis di Kota Maumere; Posko Logistik Nasional di Halim Perdanakusuma, Jakarta. Bantuan disalurkan via jalur udara ke Labuan Bajo & Maumere.

📦Total Bantuan Tersalurkan

4.925
paket logistik
Manggarai
1.000
Sikka
1.000
Ende
725
Manggarai Barat
550
Manggarai Timur
550
Ngada
550
Nagekeo
550
Prioritas Bantuan

Kebutuhan Mendesak per Kabupaten

Manggarai menjadi wilayah dengan kebutuhan bantuan terbesar, khususnya tenda pengungsi, beras, dan perlengkapan dasar.

Kab. Manggarai
  • Tenda pengungsi, posko & pleton (puluhan unit, 12 kecamatan)
  • Beras 30 ton & obat-obatan sesuai kebutuhan
  • Velbed & selimut masing-masing 1.000 buah, tikar 1.000 lembar
  • Tandon air (profile tank) 500 paket, genset 5 KVA
  • Handy talky 10 buah, senter 100 buah
Kab. Manggarai Timur
  • Tenda pengungsi, posko & pleton masing-masing 15 buah
  • Beras 50 ton, makanan siap saji 1.000 paket
  • Velbed 1.000 buah, selimut & tikar masing-masing 1.000 lembar
  • Family kit & peralatan dapur masing-masing 1.000 paket
  • Genset 5 KVA & HT masing-masing 15 buah
Kab. Manggarai Barat
  • Tenda pengungsi 80 set, tenda posko 10 set
  • Beras 50 ton, obat-obatan sesuai kebutuhan
  • Makanan siap saji 500 paket
  • Velbed 200 unit, selimut & tikar masing-masing 200 lembar
  • Family kit & peralatan dapur masing-masing 200 paket
Kab. Sikka
  • Tenda ukuran 6 x 12 m
  • Velbed & obat-obatan
  • Generator & lampu penerangan
  • Makanan siap saji & selimut
Kab. Ende
  • Tenda pengungsi, posko & pleton masing-masing 4 buah
  • Velbed & selimut masing-masing 100 buah, bantal 100 buah
  • Genset minimal 5 KVA, 5 unit
Kab. Nagekeo
  • Tenda pengungsi 20 unit, sembako 500 paket
  • Makanan siap saji 500 paket, air mineral 1.300 dus
  • Air bersih 20 tangki
  • Untuk kebutuhan 2 RS & 7 puskesmas
Kab. Ngada
  • Tenda keluarga 100 unit, tenda pleton 30 unit
  • Permakanan 1.000 paket, obat-obatan 500 paket
  • Velbed 500 unit, perlengkapan tidur 500 set
  • Galon air 250 buah, peralatan pemurnian air
Respons Multisektor

Perkembangan Layanan & Isu Lintas Sektor

Layanan Kesehatan (Kemenkes)

Status Operasional Rumah Sakit (21 RS terdampak)
16 penuh
4
Beroperasi penuh (16) Beroperasi sebagian (4) Belum beroperasi (1)
Status Operasional Puskesmas (190 terdampak)
122 penuh
49
19
Beroperasi penuh (122) Beroperasi sebagian (49) Belum beroperasi (19)
  • HEOC diaktifkan di 9 titik (1 tingkat pusat/provinsi, 8 tingkat kabupaten/kota)
  • RSUD Nagekeo (rusak berat) menerima 1 unit Rumah Sakit Mobil pada 17/8; RSUD Ruteng turut menjadi prioritas penguatan layanan
  • RSUD Borong (rujukan 2 jam) & RSUD Komodo (rujukan 4 jam) disiapkan sebagai RS rujukan pasien dari Nagekeo
  • Target: operasional dasar RSUD pulih dalam 1 minggu; seluruh puskesmas dalam 2 minggu
  • Logistik dikirim 16/8: 8 paket obat dasar, 5 Emergency Kit, 1.000 sarung tangan steril, 20.000 nonsteril, 20.000 masker bedah, 10 oksigen konsentrator, 2 tenda pos kesehatan + 8 tenda cadangan
  • 2 Tim Manajemen Krisis Kesehatan diturunkan ke Sikka & Ende, ditambah 2 tim Emergency Medical Team (EMT)

Kelistrikan (PLN)

Gardu Induk (GI) normal11 / 11 (100%)
Gardu distribusi pulih2.723 / 3.478 (78%)

± 441.000 pelanggan telah kembali teraliri listrik (data per 17/8, pukul 18:30 WITA).

📶Telekomunikasi

BTS Telkomsel pulih85% dari 735 site
Pelanggan IndiHome terlayani16.788 / 17.062 (98%)

Wilayah masih pemulihan: Nagekeo, Manggarai, Manggarai Timur & Barat, Alor, Ende, Ngada. Paket darurat Telkomsel Rp1 (3GB + 1.000 SMS + 300 menit, 7 hari) aktif via *888*20#. Hotline TelkomGroup 0800-111-9000 (24 jam).

💧Air Bersih & Sanitasi (WASH)

Longsoran menutup alur sungai dan mengganggu sistem SPAM sehingga air yang dialirkan menjadi keruh. 4 bendungan diperiksa BBWS Nusa Tenggara II — Raknamo, Tilong, Lokojange & Rotiklot dinyatakan aman.

Saluran irigasi Bendung Wae Laku (Borong, Manggarai Timur) tertutup material longsoran; risiko longsor susulan meningkat saat hujan intensitas tinggi. Target pemulihan layanan listrik, air bersih, BBM & komunikasi secara terbatas: 7 hari.

🍚Pangan & Nutrisi (Kemensos)

Makanan siap saji disalurkan6.000 paket
Beras dikirim48 ton
Titik distribusiKupang, NTT, Bekasi

Tagana mendirikan tenda pengungsian & dapur umum di Mbay, Maumere, Borong & Ruteng.

Transportasi & Pelabuhan

Pel. Laurentius Say / MaumereDermaga & terminal rusak
Pel. Labuan Bajo (Marina & Multipurpose)Retak, sudah beroperasi
Pel. MarapokotCauseway turun elevasi
Pel. Reo, Ende & WaingapuRusak ringan–sedang
Pel. LarantukaAman
SPBU Flores beroperasi35 / 52 (67%)

BPJN NTT menangani 12 titik longsor: ruas Ruteng–KM 210 (3 titik), KM 210–batas Manggarai (1 titik), Aegela–batas Kota Ende (8 titik). Jalan terdampak lain: Reo–Ruteng, Trans Flores Ende–Bajawa, Trans Marapokot.

👥Kelompok Berisiko

Proyeksi penyandang disabilitas± 751 jiwa
Proyeksi KK kepala rumah tangga perempuan278 KK

Masih terdapat kesenjangan pemenuhan kebutuhan spesifik kelompok berisiko tinggi (disabilitas, lansia, anak & perempuan) pada sektor WASH, pangan-nutrisi, serta akses mobilitas di hunian sementara dan fasilitas kesehatan.

🌊Lingkungan, Ekonomi & Pariwisata

  • Tsunami skala kecil (hingga 1 meter) memicu gelombang pasang-surut di titik pesisir; penilaian kerusakan terumbu karang & ekosistem pesisir diperlukan
  • Risiko kemarau panjang (efek El-Niño) berpotensi menurunkan suplai air bersih & pertanian
  • Pemetaan area rawan longsor susulan dan skrining lingkungan (NEAT+) diperlukan
  • Aktivitas pasar & pertokoan belum sepenuhnya normal; Gubernur NTT meminta toko sembako membuka akses bantuan bagi warga terdampak
  • Potensi penurunan wisatawan berdampak pada ekonomi sektor pendukung pariwisata
Lokasi

Peta Wilayah Terdampak

Peta lokasi wilayah terdampak gempa bumi NTT
Respons ASB

Upaya ASB Kantor Regional Asia Selatan & Tenggara

  • Tim Monitoring & Alerting ERT terus memantau perkembangan situasi dan dampak gempa melalui mitra lokal, kanal informasi pemerintah, serta jaringan lembaga kemanusiaan — termasuk analisis proyeksi data pilah dan kebutuhan dasar sektor WASH & Shelter.
  • Hasil proyeksi data pilah memperkirakan ± 751 pengungsi penyandang disabilitas dan 278 KK kepala rumah tangga perempuan.
  • Penilaian kapasitas internal untuk mendukung upaya respons pemerintah dan mitra lokal, termasuk Organisasi Penyandang Disabilitas (OPDis), baik secara remote maupun melalui pengiriman tim ERT.
  • Menyiagakan peralatan filtrasi air apabila dibutuhkan di lapangan.
  • Menyusun situation report dan infografis, serta mendiseminasikannya ke jaringan dan mitra kerja.