Asia Selatan & Tenggara
Gempa Bumi Nusa Tenggara Timur
Ringkasan situasi terkini dampak gempa bumi magnitudo 7,7 SR yang mengguncang Pulau Flores dan sekitarnya, disusun oleh Tim Emergency Response ASB Kantor Regional Asia Selatan & Asia Tenggara.
17 Agustus 2026
Ary Ananta P (Regional Emergency Response Manager ASB S-SEA)
Fabio Dinasti (Emergency Response & Project Coordinator ASB S-SEA)
DIBI BNPB, per Senin 17/8 pukul 17:00 WIB
Data Teknis Gempa Bumi
04:58 WIB / 05:58 WITA
Peringatan Dini & Gempa Susulan
⏱Peringatan Dini Tsunami (BMKG)
BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami pukul 05:00 WIB (± 2 menit setelah gempa utama), dan mengakhirinya pukul 07:31 WIB, sekitar 2 jam 31 menit kemudian.
〰Gempa Susulan
- M6,2 pada 15 Agustus 2026, 05:13:53 WIB, kedalaman 10 km, pusat di laut 46 km timur laut Labuan Bajo, NTT
- M6,2 pada 15 Agustus 2026, 05:28:40 WIB, kedalaman 10 km, pusat di laut 45 km timur laut Mbay,Nagekeo, NTT
Korban Jiwa & Pengungsi
Seluruh angka masih dalam proses pendataan dan verifikasi lanjutan oleh BPBD di lapangan.
☓Korban Meninggal Dunia per Kabupaten
⛺Pengungsi per Kabupaten
Rumah & Fasilitas Infrastruktur
Data akumulatif dari seluruh kabupaten terdampak, masih dalam proses pendataan.
🏛Fasilitas Umum & Sosial
🎓Fasilitas Pendidikan & Lainnya
Penetapan Tanggap Darurat Bencana
Provinsi NTT dan 7 kabupaten terdampak telah menetapkan status kedaruratan bencana.
Tim gabungan dan BPBD masih bersiaga menyisir lokasi untuk pendataan & verifikasi lanjutan. Rumah Sakit Lapangan telah didirikan dan beroperasi di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.
Akses Mobilitas, Logistik & Evakuasi
🛣Akses Jalur Darat
Pos Pendampingan Nasional (Pospenas) BNPB berpusat di Labuan Bajo; posko taktis di Kota Maumere; Posko Logistik Nasional di Halim Perdanakusuma, Jakarta. Bantuan disalurkan via jalur udara ke Labuan Bajo & Maumere.
📦Total Bantuan Tersalurkan
Kebutuhan Mendesak per Kabupaten
Manggarai menjadi wilayah dengan kebutuhan bantuan terbesar, khususnya tenda pengungsi, beras, dan perlengkapan dasar.
- Tenda pengungsi, posko & pleton (puluhan unit, 12 kecamatan)
- Beras 30 ton & obat-obatan sesuai kebutuhan
- Velbed & selimut masing-masing 1.000 buah, tikar 1.000 lembar
- Tandon air (profile tank) 500 paket, genset 5 KVA
- Handy talky 10 buah, senter 100 buah
- Tenda pengungsi, posko & pleton masing-masing 15 buah
- Beras 50 ton, makanan siap saji 1.000 paket
- Velbed 1.000 buah, selimut & tikar masing-masing 1.000 lembar
- Family kit & peralatan dapur masing-masing 1.000 paket
- Genset 5 KVA & HT masing-masing 15 buah
- Tenda pengungsi 80 set, tenda posko 10 set
- Beras 50 ton, obat-obatan sesuai kebutuhan
- Makanan siap saji 500 paket
- Velbed 200 unit, selimut & tikar masing-masing 200 lembar
- Family kit & peralatan dapur masing-masing 200 paket
- Tenda ukuran 6 x 12 m
- Velbed & obat-obatan
- Generator & lampu penerangan
- Makanan siap saji & selimut
- Tenda pengungsi, posko & pleton masing-masing 4 buah
- Velbed & selimut masing-masing 100 buah, bantal 100 buah
- Genset minimal 5 KVA, 5 unit
- Tenda pengungsi 20 unit, sembako 500 paket
- Makanan siap saji 500 paket, air mineral 1.300 dus
- Air bersih 20 tangki
- Untuk kebutuhan 2 RS & 7 puskesmas
- Tenda keluarga 100 unit, tenda pleton 30 unit
- Permakanan 1.000 paket, obat-obatan 500 paket
- Velbed 500 unit, perlengkapan tidur 500 set
- Galon air 250 buah, peralatan pemurnian air
Perkembangan Layanan & Isu Lintas Sektor
✚Layanan Kesehatan (Kemenkes)
- HEOC diaktifkan di 9 titik (1 tingkat pusat/provinsi, 8 tingkat kabupaten/kota)
- RSUD Nagekeo (rusak berat) menerima 1 unit Rumah Sakit Mobil pada 17/8; RSUD Ruteng turut menjadi prioritas penguatan layanan
- RSUD Borong (rujukan 2 jam) & RSUD Komodo (rujukan 4 jam) disiapkan sebagai RS rujukan pasien dari Nagekeo
- Target: operasional dasar RSUD pulih dalam 1 minggu; seluruh puskesmas dalam 2 minggu
- Logistik dikirim 16/8: 8 paket obat dasar, 5 Emergency Kit, 1.000 sarung tangan steril, 20.000 nonsteril, 20.000 masker bedah, 10 oksigen konsentrator, 2 tenda pos kesehatan + 8 tenda cadangan
- 2 Tim Manajemen Krisis Kesehatan diturunkan ke Sikka & Ende, ditambah 2 tim Emergency Medical Team (EMT)
⚡Kelistrikan (PLN)
± 441.000 pelanggan telah kembali teraliri listrik (data per 17/8, pukul 18:30 WITA).
📶Telekomunikasi
Wilayah masih pemulihan: Nagekeo, Manggarai, Manggarai Timur & Barat, Alor, Ende, Ngada. Paket darurat Telkomsel Rp1 (3GB + 1.000 SMS + 300 menit, 7 hari) aktif via *888*20#. Hotline TelkomGroup 0800-111-9000 (24 jam).
💧Air Bersih & Sanitasi (WASH)
Longsoran menutup alur sungai dan mengganggu sistem SPAM sehingga air yang dialirkan menjadi keruh. 4 bendungan diperiksa BBWS Nusa Tenggara II — Raknamo, Tilong, Lokojange & Rotiklot dinyatakan aman.
Saluran irigasi Bendung Wae Laku (Borong, Manggarai Timur) tertutup material longsoran; risiko longsor susulan meningkat saat hujan intensitas tinggi. Target pemulihan layanan listrik, air bersih, BBM & komunikasi secara terbatas: 7 hari.
🍚Pangan & Nutrisi (Kemensos)
Tagana mendirikan tenda pengungsian & dapur umum di Mbay, Maumere, Borong & Ruteng.
⚓Transportasi & Pelabuhan
BPJN NTT menangani 12 titik longsor: ruas Ruteng–KM 210 (3 titik), KM 210–batas Manggarai (1 titik), Aegela–batas Kota Ende (8 titik). Jalan terdampak lain: Reo–Ruteng, Trans Flores Ende–Bajawa, Trans Marapokot.
👥Kelompok Berisiko
Masih terdapat kesenjangan pemenuhan kebutuhan spesifik kelompok berisiko tinggi (disabilitas, lansia, anak & perempuan) pada sektor WASH, pangan-nutrisi, serta akses mobilitas di hunian sementara dan fasilitas kesehatan.
🌊Lingkungan, Ekonomi & Pariwisata
- Tsunami skala kecil (hingga 1 meter) memicu gelombang pasang-surut di titik pesisir; penilaian kerusakan terumbu karang & ekosistem pesisir diperlukan
- Risiko kemarau panjang (efek El-Niño) berpotensi menurunkan suplai air bersih & pertanian
- Pemetaan area rawan longsor susulan dan skrining lingkungan (NEAT+) diperlukan
- Aktivitas pasar & pertokoan belum sepenuhnya normal; Gubernur NTT meminta toko sembako membuka akses bantuan bagi warga terdampak
- Potensi penurunan wisatawan berdampak pada ekonomi sektor pendukung pariwisata
Peta Wilayah Terdampak
Upaya ASB Kantor Regional Asia Selatan & Tenggara
- Tim Monitoring & Alerting ERT terus memantau perkembangan situasi dan dampak gempa melalui mitra lokal, kanal informasi pemerintah, serta jaringan lembaga kemanusiaan — termasuk analisis proyeksi data pilah dan kebutuhan dasar sektor WASH & Shelter.
- Hasil proyeksi data pilah memperkirakan ± 751 pengungsi penyandang disabilitas dan 278 KK kepala rumah tangga perempuan.
- Penilaian kapasitas internal untuk mendukung upaya respons pemerintah dan mitra lokal, termasuk Organisasi Penyandang Disabilitas (OPDis), baik secara remote maupun melalui pengiriman tim ERT.
- Menyiagakan peralatan filtrasi air apabila dibutuhkan di lapangan.
- Menyusun situation report dan infografis, serta mendiseminasikannya ke jaringan dan mitra kerja.