Ketika tim keuangan sibuk memastikan setiap pembayaran berjalan tepat waktu, tim sumber daya manusia menjaga roda operasional tetap berputar, dan tim program berjibaku mendampingi masyarakat di lapangan, bagaimana memastikan setiap tim sejatinya berjalan menuju satu tujuan besar yang sama?
Ini salah satu pertanyaan yang ada dalam ASB S-SEA sebagai sebuah organisasi yang terus bertumbuh. Pertanyaan semacam ini kami coba jawab dengan berhenti sejenak dari rutinitas sehari-hari melalui National Team Meeting atau NTM, forum tahunan yang mempertemukan seluruh staf dalam satu ruang yang sama.
Tahun ini, pada 9-14 Agustus 2026, NTM digelar di Banyuwangi dengan tema Growing Impact, Shaping the Future. Momentum ini terasa istimewa karena bertepatan dengan dua puluh tahun kehadiran ASB bekerja di Indonesia, salah satu negara program ASB S-SEA di kawasan ini, sekaligus menjadi ruang untuk merayakan capaian bersama dan menyesuaikan arah organisasi untuk beberapa tahun ke depan.
Ruang untuk Saling Memahami

Salah satu momen merayakan capaian dalam NTM ketika setiap tim berdiskusi dan memaparkan apa yang ingin mereka mulai, apa yang perlu dihentikan, dan apa yang perlu terus dijaga. Tim finance berbagi tentang upaya mempercepat proses verifikasi dokumen, menjaga agar setiap sumber daya keuangan organisasi digunakan tepat guna dan tepat waktu, hingga rencana menyederhanakan ambang batas persetujuan agar proses kerja tidak berbelit. Tim HR dan admin bercerita tentang penataan jadwal kerja, pengelolaan aset, sampai kebiasaan sederhana seperti memilah sampah dan menjaga kebersihan bersama. Tim partnership berbagi tentang pentingnya panduan kemitraan yang terus hidup dan diperbarui, serta bagaimana membangun pemahaman bersama tentang posisi ASB S-SEA dalam advokasi di tingkat nasional. Sementara tim komunikasi menyampaikan rencana memperkuat strategi konten dan mendokumentasikan dampak program yang telah selesai.
Melalui sesi semacam ini, staf program mendapat gambaran lebih jelas mengapa proses administrasi dan keuangan memerlukan waktu dan ketelitian tertentu, sementara staf operasional pun semakin memahami dinamika dan tantangan yang dihadapi tim program di lapangan. Tentu saja, waktu NTM yang singkat membuat pemahaman ini tidak bisa terbangun secara sempurna dan menyeluruh hanya dalam beberapa hari. Namun justru di sanalah nilai NTM ditemukan, sebagai ruang yang terus dirawat setiap tahun agar empati dan pengertian antar fungsi di ASB S-SEA terus tumbuh.
Living Our Theory of Change

Salah satu bagian reflektif dari NTM tahun ini adalah sesi bertajuk Living our Theory of Change. ASB S-SEA dahulu belum memiliki Theory of Change atau ToC yang terumuskan secara formal. Kerangka ini baru mulai dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir sebagai upaya menyelaraskan seluruh tujuan strategis organisasi, dan baru diperkenalkan secara luas kepada seluruh tim pada NTM tahun lalu. Sejak saat itu, ToC menjadi salah satu kerangka yang memandu dalam perencanaan hingga cara tim membaca capaian di lapangan.
Tahun ini, setahun setelah ToC diperkenalkan, kami mengingat kembali apa yang kami pahami tentang kerangka ini dan bagian mana yang masih terasa membingungkan. Masih bermunculan berbagai pertanyaan termasuk bagaimana mengukur kontribusi divisi tertentu terhadap sebuah pathway. Pertanyaan-pertanyaan semacam ini justru menunjukkan bahwa proses internalisasi ToC di ASB S-SEA terus berjalan secara aktif, sebagaimana wajarnya kerangka kerja yang terus diuji dan disempurnakan melalui pengalaman nyata.
Diskusi kemudian bergerak lebih jauh dengan melihat perubahan konkret yang sudah terjadi selama setahun terakhir sebagai bukti penerapan ToC di luar ruang pertemuan. Beberapa contoh dibagikan, seperti pelibatan penyandang disabilitas melalui Kelompok Disabilitas Desa yang didampingi hingga berhasil mengadvokasi anggaran desa, atau upaya mendorong masyarakat mengakses layanan air bersih sebagai bagian dari pathway pertama. Sejumlah program turut dijadikan studi kasus penerapan ToC, di antaranya program Harmoni yang mendorong transisi hijau inklusif di tingkat desa, program bersama Sikola Mombine yang mendampingi penyandang disabilitas dan perempuan dalam kondisi rentan di Sulawesi Tengah, program bersama Jemari Sakato di Mentawai yang memperkuat pengurangan risiko bencana yang inklusif dan responsif gender, serta program air bersih dan sanitasi yang berjalan lintas negara di Indonesia, Filipina, dan Bangladesh.
Untuk membantu memastikan data dan capaian dari lapangan dapat terekam dan diceritakan dengan lebih baik, tim MEAL turut memperkenalkan penggunaan Airtable sebagai satu platform untuk mengumpulkan indikator ToC dari para mitra. Harapannya, capaian ASB S-SEA tidak hanya tersebar di berbagai berkas dan ingatan personal, tetapi dapat dirangkum menjadi laporan organisasi yang lebih utuh, baik dalam bentuk data kuantitatif maupun narasi perubahan yang sesungguhnya dialami masyarakat dampingan. Sesi ini ditutup dengan komitmen dari setiap kelompok untuk menentukan target per indikator serta rencana berbagi kerangka ToC ini kepada mitra dan pemerintah, langkah kecil namun penting agar ToC terus hidup melampaui dokumen di atas kertas.
Membaca Ulang Arah Organisasi

Sesi outlook organisasi turut menghadirkan data yang terbuka tentang bagaimana ASB S-SEA telah berubah. Jika pada periode 2020 hingga 2021 sembilan dari sebelas proyek yang dijalankan masih berakar kuat pada kekuatan lama ASB S-SEA di bidang pengurangan risiko bencana, respons kemanusiaan, dan inklusi disabilitas, maka pada periode 2025 hingga 2026 portofolio proyek mulai menunjukkan wajah baru dengan hadirnya program program aksi iklim dan penghidupan hijau seperti Harmoni dan sejumlah program global lainnya. Pola serupa juga terlihat dari kesempatan pendanaan yang dijajaki dalam lima belas bulan terakhir, yang sebagian besar sudah menyentuh bidang bidang baru ini.
Yang menarik, perubahan ini tidak dimaknai sebagai ASB S-SEA meninggalkan jati dirinya. Sebaliknya, kekuatan lama di bidang kemanusiaan dan inklusi disabilitas justru dibawa masuk ke ranah baru seperti aksi iklim, sehingga keduanya saling memperkuat, bukan saling menggantikan. Perubahan lain yang juga terjadi adalah semakin besarnya porsi kerja ASB S-SEA yang dijalankan bersama mitra lokal, dari sekitar 36% pada periode 2020 hingga 2021 menjadi 63% pada periode 2025 hingga 2026.
Pergeseran ini membawa konsekuensi bahwa keahlian teknis semata kini tidak lagi cukup. ASB S-SEA perlu terus mengasah kemampuan lain seperti menilai kesiapan calon mitra, membangun kepercayaan, mendampingi penguatan kapasitas, hingga menjaga mutu dan akuntabilitas kerja bersama mitra. Sesi ini menjadi pengingat bahwa menjadi organisasi yang terus bertumbuh berarti juga terus belajar merespons perubahan, tanpa kehilangan akar dari apa yang selama ini diperjuangkan.
Merawat Komitmen untuk Bumi

Pada tanggal 3 April 2024, ASB S-SEA resmi menandatangani Piagam Iklim dan Lingkungan sebagai bentuk komitmen nyata terhadap isu perubahan iklim. Komitmen ini terus dievaluasi setiap tahun, dan NTM 2026 kembali menjadi ruang untuk meninjau sejauh mana komitmen tersebut telah dijalankan melalui sesi Mendorong Aksi Iklim dari Komitmen ke Dampak Nyata serta pembaruan seputar Piagam Iklim dan Lingkungan itu sendiri. Dalam sesi ini, tim bersama sama menelaah kembali target target yang telah ditetapkan dan mulai memetakan fokus mana yang paling realistis untuk dikejar dalam satu tahun ke depan. Langkah ini penting agar komitmen terhadap iklim tidak berhenti sebagai pernyataan di atas kertas, melainkan benar benar diterjemahkan menjadi langkah kerja yang terukur, sejalan dengan penguatan profil ASB S-SEA pada isu aksi iklim yang juga menjadi salah satu tujuan besar NTM tahun ini.
Kepemimpinan yang Dibentuk oleh Kebiasaan

Salah satu sesi yang paling personal dalam NTM tahun ini adalah Leadership as Habit. Sesi ini difasilitasi oleh Sarilani Wirawan dan Ade Yuliasi dari Digdaya Selaras. Berangkat dari satu keyakinan sederhana namun mendasar: “Budaya organisasi tidak dibentuk oleh slogan. Budaya organisasi dibentuk oleh perilaku yang diulang dan ditoleransi.”
Berpijak pada keyakinan itu, sesi ini mengajak seluruh staf merefleksikan kebiasaan kerja mereka masing-masing. Sesi dibuka dengan latihan kesadaran diri untuk hadir penuh di saat ini, sebelum masuk ke pembahasan metodologi Tiny Habits, sebuah pendekatan yang memandang perilaku sebagai hasil dari motivasi, kemampuan, dan pengingat yang saling berkaitan.
Melalui berbagai permainan dan diskusi, peserta diajak memahami bahwa kepemimpinan sesungguhnya bukan soal jabatan formal, melainkan kebiasaan sederhana yang bisa dipraktikkan siapa saja, seperti mengklarifikasi ekspektasi sejak awal, memberi kabar perkembangan pekerjaan, menepati komitmen yang telah dibuat, menyampaikan kekhawatiran secara konstruktif, mendengarkan dengan sungguh-sungguh, dan berani mengambil tanggung jawab. Kebiasaan-kebiasaan kecil inilah yang pada akhirnya membangun kepercayaan, kejelasan, dan akuntabilitas, fondasi yang dibutuhkan agar kerja tim semakin solid dari hari ke hari.
Tumbuh Bersama
NTM 2026 ditutup dengan hari kebersamaan bertajuk Bersama Kita Tumbuh, saat seluruh staf menjalani kegiatan luar ruang di Desa Papring, Kalipuro, dan menyusuri hutan purba Djawatan yang teduh. Sederhana, namun sarat makna, sebagai pengingat bahwa menjaga kebersamaan tim dan menjaga lingkungan sesungguhnya berjalan beriringan.
Setelah enam hari berproses bersama, NTM 2026 mengantarkan satu pelajaran penting, bahwa ASB S-SEA adalah organisasi yang masih terus bertumbuh, dengan segala proses belajarnya yang tidak selalu berjalan sempurna. Ada ToC yang terus diinternalisasi, ada komitmen iklim yang terus dievaluasi target demi target, dan ada kebiasaan-kebiasaan baru yang masih diupayakan agar menjadi bagian dari keseharian kerja. Namun justru dari proses yang jujur dan terus-menerus inilah dampak yang bermakna lahir. Ruang seperti NTM lah yang memastikan setiap staf ASB S-SEA, dari program hingga operasional, dari partnership hingga manajemen, tetap berjalan searah menuju satu tujuan yang sama, menguatkan dampak, membentuk masa depan yang lebih baik, sebagaimana tema yang diusung tahun ini, Growing Impact, Shaping the Future.