Semua Program

Meningkatkan Ketangguhan Masyarakat di Wilayah Rawan Bencana di Lampung Selatan melalui Integrasi Upaya Mitigasi Risiko Sosio-ekonomi dalam Mekanisme dan Program Pembangunan Daerah

Meningkatkan ketangguhan komunitas rawan bencana di Kabupaten Lampung Selatan, dengan berfokus pada populasi berisiko.

Ringkasan Proyek

ANGGARAN

500.000,- Euro

DURASI

1 Desember 2021 - 30 November 2024

DONOR

Kementerian Pembangunan dan Kerjasama Ekonomi Jerman (BMZ) dan ASB

LOKASI

LampungKabupaten Lampung Selatan 2 desa di Kecamatan Rajabasa (Desa Kunjir dan Sukaraja) 1 desa di Kecamatan Sidomulyo (Desa Suak)

Tujuan

Meningkatkan ketangguhan komunitas rawan bencana di Kabupaten Lampung Selatan, dengan berfokus pada populasi berisiko.

Hasil / Capaian Program

Sebagai badan usaha milik masyarakat, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) bekerja sama dengan pemerintah daerah (3 desa dan Kabupaten Lampung Selatan) dan unit-unit usaha lokal untuk mendukung terciptanya mata pencaharian yang inklusif, berkelanjutan, dan sensitif terhadap risiko.

Keluaran Program

  1. Masyarakat (khususnya perempuan dan penyandang disabilitas) di tiga desa mampu menunjukkan kapasitas kolektif mereka dan praktik-praktik yang lebih baik untuk mengidentifikasi, mempersiapkan, dan mengelola risiko sosio-ekonomi yang saling berkaitan (khususnya risiko bencana, kesehatan, dan mata pencaharian), serta mampu mengambil tindakan yang sesuai untuk mengelola risiko tersebut.
  2. Pemerintah daerah di kabupaten dan di tiga desa lokasi proyek memiliki mekanisme koordinasi lintas pemangku kepentingan yang berperan dalam memastikan sinkronisasi perencanaan sensitif risiko dengan pelaksanaan program pengembangan sosio ekonomi, dengan mempertimbangkan risiko kompleks terkait pembangunan berkelanjutan.
  3. Bumdes di ketiga desa dikelola secara profesional dan memiliki unit usaha yang kompetitif.
  4. Pemangku kepentingan dalam pengembangan komunitas memiliki jaringan kolaboratif, panduan dan contoh praktis implementasi program Desa Tangguh dan Bumdes yang inklusif dan koheren.
  5. Di akhir pelaksanaan proyek, organisasi mitra lokal Paluma akan memiliki peningkatan pengetahuan dan keterampilan, terutama dalam MEAL partisipatoris, pengembangan program berbasis bukti, manajemen keuangan, dan manajemen perubahan yang diterapkan di dalam programnya serta diteruskan ke pemerintah dan mitra organisasi masyarakat sipil.

Kegiatan Utama

Kegiatan kunci dalam hasil akhir 1: 1.1 Meningkatkan kapasitas bagi anggota masyarakat tentang bagaimana melakukan analisis situasional partisipatif 1.2 Mengumpulkan data terpilah dan pemetaan kapasitas populasi berisiko 1.3 Membangun dan memperkuat organisasi berbasis komunitas seperti forum PRB, organisasi disabilitas dan kelompok usaha berbasis komunitas 1.4 Meningkatkan kesadaran dan melaksanakan latihan simulasi yang dipandu oleh sukarelawan komunitas terlatih (termasuk perempuan dan penyandang disabilitas).

Kegiatan kunci dalam hasil akhir 2: 2.1 Meningkatkan kesadaran dan mengembangkan kapasitas perwakilan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten terkait integrasi inklusi sosial, manajemen risiko, dan pengembangan sosio ekonomi. 2.2 Membentuk dan memperkuat mekanisme koordinasi lintas pemangku kepentingan (misal: kelompok kerja) di tingkat kabupaten. 2.3 Mengembangkan rencana pembangunan partisipatif di tingkat masyarakat yang inklusif dan sensitif risiko. 2.4 Mendampingi anggota masyarakat dalam mengembangkan perencanaan yang sensitif terhadap risiko di tingkat masyarakat. 2.5 Mengembangkan penyusunan rencana PRB partisipatif yang turut mempertimbangkan aspek ketahanan ekonomi.

Kegiatan kunci dalam hasil akhir 3: 3.1 Memperkuat manajemen Bumdes dan membantu pengembangan strategi yang sensitif risiko untuk mendorong pengembangan usaha. 3.2 Meningkatkan kapasitas manajemen Bumdes terkait pengembangan dan pengelolaan badan usaha alternatif (meliputi topik kewirausahaan sosial, identifikasi potensi lokal, kemampuan beradaptasi, inovasi produk, pemasaran, penetapan merk dan logo, pengemasan, dan perizinan) 3.3 Meningkatkan kapasitas dan bantuan teknis bagi kelompok berisiko (perempuan dan penyandang disabilitas) dalam pengembangan ekonomi dan peningkatan pendapatan yang dipimpin oleh Bumdes. 3.4 Memperkuat jejaring Bumdes dengan pemangku kepentingan terkait (misal: kelompok usaha berbasis masyarakat, pemangku kepentingan pemerintahan, sektor swasta, kelompok Bumdes di tingkat kabupaten dan tingkat nasional).

Kegiatan kunci dalam hasil akhir 4: 4.1 Dokumentasi, validasi, dan diseminasi pembelajaran di tingkat lokal dan nasional. 4.2 Mengembangkan modul sistematis terkait pengelolaan Bumdes yang inklusif dan sensitif terhadap risiko serta mengembangkan strategi untuk mempromosikan pengembangan ekonomi yang berbasis masyarakat. 4.3 Mengadakan pelatihan tentang Bumdes yang inklusif dan sensitif risiko serta perencanaan pengembangan masyarakat untuk perwakilan masyarakat dari luar komunitas proyek.

Kelompok Sasaran / Penerima Manfaat

Peserta proyek langsung:

  • Perwakilan organisasi berbasis komunitas (khususnya kelompok perempuan, organisasi disabilitas, kelompok bisnis, tim media komunitas) dan anggota komunitas lainnya: 2.719 orang (laki-laki: 1.343, perempuan: 1.337, laki-laki dengan disabilitas: 15, perempuan dengan disabilitas: 24)
  • Perwakilan sekolah (siswa/i, guru, perwakilan orang tua): 743 orang (laki-laki: 392, perempuan: 345, laki-laki dengan disabilitas: 3, perempuan dengan disabilitas: 3)
  • Perwakilan pemerintah daerah termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD): 45 orang (laki-laki: 30, perempuan: 15).
  • Pengurus Bumdes dan unit usaha terkait: 30 orang (laki-laki: 24, perempuan: 4, laki-laki dengan disabilitas: 1, perempuan dengan disabilitas: 1)
  • Pemerintah tingkat provinsi dan kabupaten: 39 orang (laki-laki: 26, perempuan: 13, laki-laki penyandang disabilitas: 15, perempuan penyandang disabilitas: 24)
  • Pegiat masyarakat sipil di tingkat nasional dan daerah beserta anggota pemerintah di tingkat nasional (termasuk perwakilan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), universitas, penyedia layanan, sektor pariwisata, LSM lokal dan nasional, forum Pengurangan Risiko Bencana/forum PRB): 120 orang (laki-laki: 54, perempuan: 27, laki-laki penyandang disabilitas: 31, perempuan penyandang disabilitas: 8)
  • Perwakilan masyarakat dan aktor masyarakat sipil lokal (misal: kelompok perempuan, organisasi disabilitas, organisasi berbasis komunitas) dari 10 provinsi di Sumatera: 75 orang (laki-laki: 53, perempuan: 22) Total target peserta proyek langsung: 3.771 orang (laki-laki: 1.922, perempuan: 1.763), termasuk 50 laki-laki dan 36 perempuan penyandang disabilitas. Peserta proyek tidak langsung: 1.038.274 orang (laki-laki: 531.794, perempuan: 506.480). Peserta proyek tidak langsung adalah keseluruhan penduduk Kabupaten Lampung Selatan di luar peserta proyek langsung. Peserta proyek tidak langsung mendapatkan manfaat khusus melalui meningkatnya kapasitas masyarakat dan Pemerintah Kabupaten dalam mengembangkan dan menerapkan kebijakan dan program-program yang mempromosikan pengembangan sosio ekonomi inklusif serta sensitif risiko.

Cerita Perubahan Pilihan

Berita & Cerita Terkait