Semua Program

Partners for inclusion: Localising Inclusive Humanitarian Response (PIONEER)

Menggunakan model PIONEER untuk melokalkan respons kemanusiaan inklusif dengan membangun kemitraan kelembagaan antara organisasi penyandang disabilitas (OPD) lokal, asosiasi orang lanjut usia (OPA), dan organisasi kemanusiaan lokal.Model ini bertujuan untuk…

Ringkasan Proyek

ANGGARAN

300.000,00 GBP

DURASI

1 Februari 2021–1 Oktober 2022

DONOR

HIF ELRHA; FCDO*

PELAKSANA

Proyek PIONEER merupakan kemitraan antara empat organisasi, yakni:

  1. Arbeiter-Samariter-Bund Indonesia and the Philippines (ASB)
  2. Humanitarian Forum Indonesia (HFI)
  3. Advocacy for Disability Inclusion (AUDISI)
  4. Resilience Development Initiative (RDI). Proyek diimplementasikan di dalam kemitraan yang dipimpin oleh ASB.

LOKASI

Central Java, Central SulawesiMagelang (Jawa Tengah); Sigi (Sulawesi Tengah)

Tujuan

Menggunakan model PIONEER untuk melokalkan respons kemanusiaan inklusif dengan membangun kemitraan kelembagaan antara organisasi penyandang disabilitas (OPD) lokal, asosiasi orang lanjut usia (OPA), dan organisasi kemanusiaan lokal.

Model ini bertujuan untuk meningkatkan inklusi, kualitas, dan akuntabilitas program tanggap kemanusiaan dengan menciptakan ruang bagi OPD/OPA dan organisasi kemanusiaan untuk merancang bersama, melaksanakan, memantau, dan mengevaluasi program kemanusiaan. Model ini dibangun setelah kesuksesan konsep “lokalisasi bantuan” yang diperkenalkan melalui kesepakatan Grand Bargain (IASC,n.d.), yang didukung oleh semangat revolusi partisipasi penyandang disabilitas dan orang lanjut usia melalui kemitraan yang setara dengan para pelaku kemanusiaan lokal.

Hasil / Capaian Program

  1. Menetapkan mekanisme kemitraan yang inklusif dan bermakna antara mitra manajemen PIONEER untuk melengkapi proyek PIONEER secara setara.
  2. Mekanisme PIONEER yang dioperasionalkan, diuji, dan disempurnakan untuk kemitraan yang inklusif, setara, dan timbal balik antara OPD lokal dan organisasi kemanusiaan.
  3. Nilai-nilai etika dan kode etik yang dibagikan dan dioperasionalkan tentang inklusi dan interseksionalitas.
  4. Menilai efektivitas dan dampak mekanisme PIONEER.
  5. Menangkap dan menyebarluaskan pembelajaran proyek melalui mekanisme komunikasi mitra.

Kelompok Sasaran / Penerima Manfaat

  1. Organisasi Penyandang Disabilitas (OPDs) dan Asosiasi Orang Lanjut Usia (OPAs) di tingkat lokal:
  • Baik individu ataupun grup di dalam organisasi
  • Kelompok penyandang disabilitas/orang lanjut usia yang berpikiran sama atau bekerja
  1. Organisasi Kemanusiaan Lokal (CSOs/GOs)
  • Berada pada target sasaran
  • Bekerja pada isu respons kemanusiaan

Cerita Perubahan Pilihan

Berita & Cerita Terkait