Semua Program

Penerapan Standar dan Panduan Inklusi Kemanusiaan dalam Kesiapsiagaan Bencana melalui Penguatan Kapasitas Terlembaga (Program PASTI)

Meninjau kebutuhan pengembangan kurikulum pelatihan kesiapsiagaan untuk respons kemanusiaan yang inklusif sebagai bentuk adaptasi dan adopsi Standar dan Panduan Inklusi Kemanusiaan;Menguatkan kapasitas aktor kemanusiaan (pemerintah dan nonpemerintah) dalam…

Ringkasan Proyek

DURASI

24 bulan (Mei 2021–April 2023)

PELAKSANA

Program ini dilaksanakan oleh anggota Disability-inclusive Disaster Risk Reduction Network atau DiDRRN: Arbeiter-Samariter-Bund (ASB), Christian Blind Mission e.V. (CBM), Centre for Disability in Development (CDD), dan Malteser International (MI), bersama dengan International Disability Alliance (IDA). Mitra lokal yang dilibatkan antara lain:

  1. Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Ditjen Bina Pemdes)
  2. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)
  3. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdiklat BNPB)
  4. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan
  5. Pemerintah Desa lokasi uji coba di Kabupaten Lampung Selatan
  6. Organisasi Penyandang Disabilitas (OPDis).

LOKASI

Lampung, Bangladesh, MyanmarIndonesia, Bangladesh, Myanmar, Niger, Uganda, Zimbabwe, Kolombia, dan NikaraguaLokasi di Indonesia: Kabupaten Lampung Selatan 2 desa di Kabupaten Lampung Selatan

Tujuan

  1. Meninjau kebutuhan pengembangan kurikulum pelatihan kesiapsiagaan untuk respons kemanusiaan yang inklusif sebagai bentuk adaptasi dan adopsi Standar dan Panduan Inklusi Kemanusiaan;
  2. Menguatkan kapasitas aktor kemanusiaan (pemerintah dan nonpemerintah) dalam perencanaan dan penyelenggaraan kesiapsiagaan inklusif untuk respons kemanusiaan yang lebih efektif dan efisien;
  3. Mempromosikan kepemimpinan dan kontribusi penyandang disabilitas dan kelompok berisiko lainnya dalam kesiapsiagaan bencana dan respons kemanusiaan;
  4. Menguji coba kapasitas inklusi disabilitas dalam kesiapsiagaan di level desa melalui kepemimpinan penyandang disabilitas dan aktor kemanusiaan terlatih.

Keluaran Program

  1. Tersedianya kurikulum pelatihan kesiapsiagaan untuk respons kemanusiaan yang inklusif.
  2. Menguatnya kapasitas aktor kemanusiaan untuk respons kemanusiaan dalam perencanaan dan penyelenggaraan kesiapsiagaan inklusif untuk respons kemanusiaan yang lebih efektif dan efisien.
  3. Meningkatnya kepemimpinan dan kontribusi penyandang disabilitas dan kelompok berisiko lainnya dalam kesiapsiagaan bencana dan respons kemanusiaan. Adanya praktik baik pelaksanaan kesiapsiagaan bencana dan respons kemanusiaan inklusif di level desa.

Kegiatan Utama

  1. Penyusunan atau pengayaan inklusi disabilitas terhadap kurikulum terkait kesiapsiagaan dan respons kemanusiaan bersama Pusdiklat BNPB, Ditjen Bina Pemdes Kemendagri, OPDis, dan lembaga non-pemerintah terkait.
  2. Pendampingan OPDis tingkat nasional dan daerah untuk terlibat aktif dalam koordinasi kemanusiaan dan bertindak sebagai aktor kemanusiaan.
  3. Pembentukan pool Pelatih Nasional dan Daerah.
  4. Pelatihan lebih luas kepada staff BNPB, BPBD, Ditjen Bina Pemdes, Kemendagri, dan lembaga non-pemerintah.
  5. Pengembangan material informasi, edukasi dan komunikasi yang relevan dengan program.
  6. Uji coba pelaksanaan kesiapsiagaan dan respons kemanusiaan inklusif di level desa antara lain melalui penguatan kapasitas, kajian, perencanaan, dan pengembangan program serta pelaksanaan kegiatan dengan pendekatan multi sektor.

Berita & Cerita Terkait